Pangkalpinang, 10 November 2025 – Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 di Pengadilan Tinggi Bangka Belitung (PT BABEL) dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan dan disiplin. Menghadapi tantangan cuaca ekstrem (hujan lebat) yang mengguyur sejak pagi hari, pimpinan dan panitia mengambil keputusan cepat untuk memindahkan lokasi upacara dari halaman depan gedung ke Ruang Sidang Utama PT BABEL. 

Pelaksanaan di ruang sidang utama ini, yang merupakan jantung tempat penegakan hukum, justru memberikan suasana yang lebih fokus dan sakral. Acara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh seluruh Hakim Tinggi, Pejabat Struktural dan Fungsional, Panitera, Sekretaris, serta seluruh pegawai, sebagai wujud komitmen institusi dalam menghargai jasa para pahlawan.

Upacara yang mengusung tema nasional “PAHLAWANKU TELADANKU, TERUS BERGERAK, MELANJUTKAN PERJUANGAN,” menjadi penanda bahwa semangat juang tidak akan pernah padam, meskipun dihadapkan pada kendala fisik atau administratif.

Pesan Tiga Kunci Pahlawan di Tengah Ruang Keadilan

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung, Dr. Artha Theresia, S.H., M.H. Dalam amanatnya, beliau membacakan Amanat Seragam dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Bapak Saifullah Yusuf. Beliau mengajak seluruh peserta untuk menundukkan kepala dan mengenang pengorbanan luar biasa para pahlawan dalam Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban.

Ketua PT BABEL secara mendalam menyoroti tiga hal kunci dari para pahlawan yang harus diteladani dan diimplementasikan oleh aparatur peradilan:

  1. Kesabaran Para Pahlawan: “Kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa,” kutip beliau. Kesabaran ini diartikan dalam konteks peradilan sebagai kehati-hatian dalam menempuh ilmu hukum, sabar menyusun strategi pelayanan, dan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan fungsi kerja.

  2. Keberanian Para Pahlawan: Mereka berani melawan ultimatum musuh. Di PT BABEL, keberanian diartikan sebagai sikap pantang mundur dalam menegakkan integritas, berani melawan godaan korupsi, dan berani bersikap adil tanpa memandang status sosial pihak berperkara.

  3. Keikhlasan Para Pahlawan: “Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam.” Keikhlasan ini menjadi pijakan bagi pegawai PT BABEL untuk menjadikan pengabdian kepada negara sebagai ibadah, bekerja lebih keras, dan melayani dengan tulus, sesuai dengan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

Perjuangan Kontemporer: Melawan Kolonialisme Ketidakadilan

Dr. Artha Theresia, S.H., M.H., menegaskan bahwa perjuangan masa kini telah bergeser dari perang fisik menjadi perang melawan ketidakadilan dan kemunduran bangsa.

“Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” kata beliau, mengutip pesan Mensos.

Beliau juga menekankan bahwa semangat Pahlawan harus diwujudkan melalui:

  • Penguatan Supremasi Hukum: Memperjuangkan keadilan yang sejati sebagai bagian dari upaya nasional untuk memperkuat ketahanan bangsa, sejalan dengan visi Asta Cita.

  • Inovasi dan Integritas Digital: Menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi (e-Court dan SIPP) secara jujur dan transparan untuk melawan praktik pungli dan birokrasi yang berbelit.

Momen Khidmat dan Komitmen Akhir

Meskipun dilaksanakan di dalam ruangan, seluruh rangkaian upacara, termasuk pengibaran Bendera Merah Putih dan sesi mengheningkan cipta, berlangsung sangat teratur dan penuh makna. Ruang Sidang Utama, yang biasanya menjadi tempat ketegangan peradilan, hari itu dipenuhi oleh nuansa patriotisme. Upacara ini ditutup dengan doa khusyuk yang memohon agar seluruh aparatur PT BABEL senantiasa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah keadilan.

“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus. Dengan bekerja, bergerak dan berdampak,” tutup Dr. Artha Theresia, S.H., M.H., mengakhiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2025. Peringatan ini menjadi penegasan kembali komitmen PT BABEL untuk menjadikan nilai luhur pahlawan sebagai fondasi dalam mewujudkan Peradilan yang Agung di tengah-tengah masyarakat Bangka Belitung.