Pangkalpinang, 30 April 2026 – Bertempat di Ruang Sidang Utama yang megah, Pengadilan Tinggi Bangka Belitung menyelenggarakan upacara Wisuda Purna Bakti bagi Ibu Ratu Hera Karyawati, S.H., M.H. Acara ini bukan sekadar seremoni kedinasan biasa, melainkan bentuk apresiasi tertinggi dan penghormatan mulia atas berakhirnya masa pengabdian panjang beliau sebagai Panitera yang telah menjadi tulang punggung administrasi yustisial di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung, dan dihadiri oleh jajaran Hakim Tinggi, Pejabat Struktural, fungsional, serta seluruh staf dan keluarga besar pengadilan. Kehadiran para kolega dari berbagai angkatan menjadi bukti nyata betapa sosok beliau sangat dihormati dan dicintai sebagai rekan kerja sekaligus mentor.
Prosesi Wisuda: Kilas Balik Pengabdian yang Gemilang
Suasana haru menyelimuti ruangan saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung berkumandang, mengawali prosesi sakral tersebut. Dalam pembacaan riwayat jabatan, terpapar jelas perjalanan panjang karier Ibu Ratu Hera. Dimulai dari jenjang awal hingga mencapai posisi puncak di kepaniteraan, setiap langkah beliau dihiasi dengan dedikasi untuk memastikan setiap berkas perkara terkelola dengan akurat dan setiap proses persidangan terdokumentasi dengan sempurna.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan plakat penghargaan dan kalungan bunga oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung. Momen ini merupakan simbolis dari estafet pengabdian, di mana seorang abdi negara telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan kehormatan yang utuh.

Amanat Ketua PT Bangka Belitung: Panitera sebagai Penjaga Marwah Peradilan
Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung memberikan penekanan khusus pada peran krusial kepaniteraan dalam sistem peradilan modern.
“Seorang Panitera adalah penjaga gawang dalam proses yustisial. Keberhasilan seorang hakim dalam memutus perkara tidak lepas dari ketelitian dan profesionalisme jajaran kepaniteraan dalam mengelola administrasi perkara. Ibu Ratu Hera telah menjalankan peran tersebut dengan luar biasa. Beliau adalah sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan aturan dan kelembutan hati dalam melayani masyarakat pencari keadilan,” ujar beliau dengan penuh apresiasi.
Lebih lanjut, Ketua PT Bangka Belitung menegaskan bahwa integritas yang ditunjukkan oleh Ibu Ratu Hera selama ini harus menjadi standar minimal bagi seluruh aparatur di Pengadilan Tinggi Bangka Belitung. Beliau menyebutkan bahwa masa purna bakti adalah bukti kemenangan seorang ASN atas segala godaan dan tantangan selama puluhan tahun bekerja.

Untaian Kata Pamit: Harapan untuk Masa Depan Peradilan
Ibu Ratu Hera Karyawati, S.H., M.H., dalam pesan dan kesannya, tampak tak kuasa menahan haru. Beliau mengenang bagaimana dinamika kepaniteraan telah membentuk kepribadiannya, mulai dari era administrasi manual hingga transformasi digital (e-Court) yang kini telah matang.
“Perjalanan ini adalah perjalanan cinta saya terhadap hukum dan keadilan. Bekerja di bagian kepaniteraan adalah kerja di balik layar, namun disitulah nyawa dari proses hukum berada. Saya merasa sangat bangga bisa mengakhiri perjalanan saya di Pengadilan Tinggi Bangka Belitung. Saya titipkan semangat profesionalisme ini kepada adik-adik saya, teruslah bekerja dengan jujur karena Tuhan melihat apa yang kita kerjakan,” tutur beliau dalam kalimat pamitnya yang menyentuh.

Prosesi Pagar Bagus: Pelepasan Penuh Kehangatan
Setelah sesi pemberian cenderamata dan ramah tamah, seluruh hadirin berdiri berjajar membentuk barisan Pagar Bagus yang memanjang dari depan Ruang Sidang Utama hingga pintu keluar gedung kantor. Prosesi ini melambangkan penghormatan kolektif dan doa keselamatan dari seluruh pegawai.
Ibu Ratu Hera melangkah perlahan di antara barisan rekan sejawat yang memberikan tepuk tangan penghormatan. Senyum syukur terpancar dari wajah beliau saat menyalami satu per satu staf yang selama ini membantunya. Langkah kaki beliau keluar dari gedung Pengadilan Tinggi Bangka Belitung menandai dimulainya babak baru kehidupan yang penuh ketenangan bersama keluarga tercinta.
Segenap keluarga besar Pengadilan Tinggi Bangka Belitung mengucapkan: “Selamat memasuki masa purna bakti kepada Ibu Ratu Hera Karyawati, S.H., M.H. Terima kasih atas setiap dedikasi, ilmu, dan bimbingan yang telah Ibu berikan. Semoga masa pensiun ini menjadi masa yang indah, penuh berkah, dan kesehatan selalu menyertai Ibu.”










