Pangkalpinang, 20 Mei 2026Segenap jajaran Hakim Tinggi, Hakim Ad Hoc, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pengadilan Tinggi Bangka Belitung berkumpul bersama untuk melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026. Upacara yang penuh dengan rasa nasionalisme ini dilaksanakan dengan khidmat di halaman depan Kantor Pengadilan Tinggi Bangka Belitung.

Bertindak selaku Pembina Upacara adalah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung, Ibu Udjianti, S.H., M.H. Kehadiran seluruh jajaran dari berbagai satuan kerja ini menunjukkan soliditas yang kuat dan komitmen bersama warga peradilan dalam memperingati momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun ini secara nasional mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema strategis ini dipilih dengan tujuan agar Harkitnas Tahun 2026 dapat membawa nilai-nilai semangat, kekuatan, serta optimisme baru untuk bergerak maju bersama menuju masa depan Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaya saing global. Dalam amanatnya, Pembina Upacara membacakan sambutan resmi tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid. Disampaikan bahwa akar sejarah Harkitnas yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 merupakan fajar menyingsing bagi kesadaran berbangsa. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik yang melampaui sekat-sekat kedaerahan.

Secara filosofis, Kebangkitan Nasional bukanlah sekadar prosesi seremoni tahunan untuk mengenang masa lalu, melainkan sebuah proses dinamis yang harus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Memasuki tahun 2026, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan akselerasi transformasi digital. Oleh karena itu, dalam konteks tata kelola pemerintahan di lingkungan peradilan, kebangkitan nasional masa kini dimaknai sebagai efektivitas, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam bekerja. Kemampuan seluruh aparatur untuk menghasilkan karya dan pelayanan hukum yang tepat sasaran, terukur secara kualitas, serta bersih dari penyimpangan adalah wujud nyata dari esensi perjuangan modern.

Nilai-nilai luhur tersebut diharapkan dapat diserap dan diimplementasikan oleh seluruh keluarga besar Pengadilan Tinggi Bangka Belitung dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, terutama meningkatkan literasi digital demi mewujudkan badan peradilan yang agung dan inklusifPelaksanaan upacara berjalan tertib dari awal hingga akhir, mengikuti tata upacara resmi yang meliputi pengibaran Bendera Merah Putih oleh petugas yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, menyanyikan lagu perjuangan “Bagimu Negeri” dan “Satu Nusa Satu Bangsa”, serta ditutup dengan pembacaan naskah doa bersama demi keselamatan dan kemajuan bangsa. Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama pimpinan dan seluruh pegawai di halaman kantor Pengadilan Tinggi Bangka Belitung.