Pangkalpinang, 23 Oktober 2026 — Di tengah dinamika penegakan hukum yang terus bergerak dinamis dan menuntut pelayanan publik yang prima, Pengadilan Tinggi Bangka Belitung kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat pilar administrasi peradilan tingkat banding. Langkah strategis tersebut diwujudkan secara khidmat melalui gelaran Sidang Luar Biasa dengan agenda utama Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Panitera. Acara sakral ini dilangsungkan pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Ruang Sidang Utama PT Bangka Belitung yang ditata megah dan mencerminkan kewibawaan lembaga peradilan tertinggi di wilayah provinsi tersebut. Secara resmi, Eko Suharjono, S.H., M.H. mengemban tanggung jawab besar sebagai Panitera Pengadilan Tinggi Bangka Belitung yang baru, menggantikan pejabat sebelumnya guna melanjutkan estafet kepemimpinan serta merajut efisiensi dan integritas di sektor kepaniteraan.

I. Khidmatnya Prosesi: Nuansa Sakral di Ruang Sidang Utama
Prosesi pelantikan ini berjalan dengan tertib, khidmat, dan mematuhi standar protokoler peradilan yang ketat. Seluruh rangkaian acara dirancang sedemikian rupa untuk menghadirkan atmosfer penegakan hukum yang berwibawa dan penuh rasa tanggung jawab moral kepada negara.
Pimpinan dan Majelis Kehormatan: Sidang luar biasa ini dipimpin dan dibuka secara langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung yang bertindak selaku Pejabat Pengambil Sumpah. Kehadiran para Hakim Tinggi yang mendampingi sebagai majelis kehormatan semakin memperkuat marwah jalannya persidangan istimewa ini.
Kobaran Nasionalisme: Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung secara serentak oleh seluruh tamu undangan dan aparatur peradilan yang hadir, menegaskan semangat nasionalisme, loyalitas, serta kecintaan terhadap institusi peradilan Republik Indonesia.
Puncak Pengambilan Sumpah: Suasana berubah menjadihening dan penuh khidmat tatkala Surat Keputusan (SK) Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia dibacakan. Eko Suharjono, S.H., M.H. kemudian berdiri di bawah kitab suci didampingi oleh seorang rohaniwan untuk mengucapkan sumpah jabatan. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah dan penyematan kalung tanda jabatan oleh Ketua Pengadilan Tinggi, menandai sahnya peralihan tongkat estafet kepemimpinan kepaniteraan.

II. Pakta Integritas: Bentuk Komitmen Mutlak Menolak Korupsi
Lebih dari sekadar seremonial administratif, pelantikan ini sarat akan muatan moral dan antikorupsi. Sesaat setelah resmi menyandang status sebagai Panitera baru, Eko Suharjono berdiri di hadapan pimpinan dan hadirin untuk membacakan serta menandatangani Pakta Integritas.
Dokumen krusial ini ditegaskan bukan sekadar formalitas lembaran kertas, melainkan wujud janji suci dan komitmen mutlak untuk:
Menjaga muruah, wibawa, dan citra positif lembaga peradilan.
Menolak dengan tegas segala bentuk gratifikasi, suap, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Mendukung penuh visi Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam mewujudkan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Penandatanganan tersebut disaksikan secara langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi beserta dua orang Hakim Tinggi yang ditunjuk, guna menjamin transparansi dan legitimasi penuh dari komitmen moral yang diemban.

III. Sinergi Lintas Sektoral: Kehadiran Penuh Jajaran Peradilan Sewilayah
Gelaran istimewa ini kian meriah dan hangat berkat dukungan moral yang masif dari berbagai elemen peradilan. Keluarga besar Pengadilan Tinggi Bangka Belitung—mulai dari jajaran Hakim Tinggi, pejabat struktural (kesekretariatan), fungsional, hingga seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan panitera pengganti—tumpah ruah memenuhi ruang sidang utama.
Soliditas antartingkat peradilan turut terpancar dari kehadiran para tamu kehormatan dari lini pengadilan tingkat pertama. Jajaran pimpinan yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Panitera, hingga Sekretaris Pengadilan Negeri (PN) sewilayah Bangka Belitung (baik dari Pulau Bangka maupun Belitung) hadir untuk memberikan dukungan langsung. Kehadiran para pimpinan PN ini menjadi simbol nyata bahwa sinergitas dan kolaborasi horizontal maupun vertikal di bawah yurisdiksi PT Bangka Belitung terjalin sangat erat.
Nuansa emosional dan penuh kehangatan juga terlihat dari kehadiran istri tercinta beserta keluarga besar Eko Suharjono. Dukungan moral dari keluarga menjadi fondasi terpenting dalam mengarungi beratnya amanah dan tanggung jawab kenegaraan di ranah peradilan.

IV. Arah Kebijakan dan Pesan Strategis Pimpinan: Akselerasi dan Digitalisasi
Dalam sesi pembinaan dan arahan seusai pelantikan, Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung menyampaikan sejumlah pesan mendasar, instruksi strategis, serta tantangan yang harus segera dijawab oleh Panitera yang baru dilantik:
Akselerasi Penyelesaian Perkara: Panitera diinstruksikan untuk bergerak cepat beradaptasi dengan ritme kerja tingkat banding. Percepatan penyelesaian minutasi dan administrasi perkara menjadi harga mati agar asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pencari keadilan.
Optimalisasi Digitalisasi Peradilan: Perhatian khusus diberikan pada pengawasan sistem peradilan berbasis elektronik, mencakup optimalisasi penggunaan e-Court dan e-Litigasi. Selain itu, ketelitian, akurasi, dan kepatuhan dalam pengisian data pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) ditekankan sebagai tolok ukur utama atau rapor kinerja pengadilan yang transparan.
Harmonisasi Internal: Pentingnya merawat keharmonisan antara unsur Kepaniteraan (sebagai urat nadi penanganan perkara) dan unsur Kesekretariatan (sebagai unit pendukung/supporting unit) ditekankan agar roda operasional lembaga dapat berjalan selaras, efektif, dan efisien tanpa hambatan.



















